If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!
Chairul Tanjung di Pesta Wirausaha 2010 Milad ke-4 Tangan Di Atas kemarin telah memberikan saya inspirasi luar biasa.
Satu petuah yang beliau sampaikan di akhir materi beliau sangat berkesan bagi saya:
Orang bodoh kalah dengan orang pintar.
Orang pintar kalah dengan orang licik.
Orang licik kalah dengan orang beruntung.
Maka, jadilah Anda ORANG YANG BERUNTUNG!
Sebagian orang mungkin akan berpikir… “keberuntungan itu kan tidak bisa dikendalikan,” tapi apa yang saya pikirkan bukan itu saat mendengar kalimat tersebut terucap dari seorang Chairul Tanjung, pemilik Para group yang membawahi Bank Mega, Trans TV, Trans 7, Bandung Super Mall, dan beberapa bisnis lainnya.
Saya mencoba googling dan menemukan artikel yang pas banget dengan apa yang saya cari yaitu Ayat-ayat Sukses di PengusahaMuslim.com. Berikut kutipannya:
Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? … dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)
Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)
Jadi definisi “beruntung”, sama sekali bukanlah orang yang “menang lotere” atau semacamnya…
Sedikit flashback… Beberapa hari sebelumnya, saya berdiskusi ringan dengan Pak Ibrahim Bafagih, owner busana etnik Tuneeca. Saya bercerita tentang visi ke depan untuk menjadi penyedia layanan e-commerce dan juga ERP.
Pak Ibrahim pun bercerita tentang Zahir Accounting, sebuah perusahaan Indonesia yang menyediakan perangkat lunak akuntansi terpopuler di Indonesia. Saya pernah dengar, tapi belum tahu banyak tentang Zahir. Namun dalam perbincangan ini berkali-kali saya menyebutkan (walau sekedar omong doang) bahwa Zahir adalah mitra potensial bagi saya. Agak sedikit aneh, karena apabila saya berencana membuat ERP, tentunya modul akuntansi termasuk di dalamnya, dan secara alami paket akuntansi yang sudah ada (seperti Zahir) merupakan kompetitor. Tapi sama sekali bukan itu yang terpikir, yang terpikir di benak saya adalah “saya tidak ingin merambah ke akuntansi, spesialisasi saya di e-commerce, marketing, dan kalau ekspansi bisa ke ERP”.
Pesta Wirausaha 2010 memperkenalkan saya sedikit lebih dekat dengan Zahir, karena di situ saya mendapat CD trial maupun brosur promo dari stan Zahir.
Tapi yang membuat saya paling “merinding” adalah artikel yang saya baca pada saat mengkontemplasi kata-kata pak Chairul Tanjung tadi. Artikel tersebut ditulis oleh Bapak Fadil Basymeleh, owner PT Zahir Internasional, sekaligus admin PengusahaMuslim.com, moderator milis pengusaha-muslim, dan penulis blog Syaria.net. Saya lihat banyak artikel di PengusahaMuslim.com yang membahas tentang riba.
Betapa indahnya sebuah ironi, seorang pengusaha software akuntansi terkenal di tanah mulya ini ternyata juga seorang yang sangat anti riba. Dari situ saya langsung mengambil kesimpulan, mungkinkah visi seorang Fadil Basymeleh, kenapa beliau membuat Zahir Accounting… karena beliau ingin mulai menghapuskan riba dari bangsa Indonesia?
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)
Subhanallah, ternyata tidak memakan riba adalah syarat mutlak untuk menjadi orang beruntung. Semua kejadian sebelumnya yang membawa saya ke sini, apakah sekedar kebetulan belaka atau sudah digariskan olehNya? Wallahua’lam.
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An-Naml 27:40)
No related posts.
