Apakah Anda sedang terjebak dalam “hidup susah”? Pelajari jurus jitu menyiasati kesulitan finansial Anda dan memperbaikinya mulai sekarang juga.
Bila Anda belum membaca bagian pertama dari seri artikel ini, saya sarankan Anda baca dulu 5 Langkah Keluar dari “Hidup Susah”, Bagian 1 untuk mengetahui jurus ampuh pertama yang perlu Anda miliki sebelum Anda melakukan langkah-langkah selanjutnya.
Kelima Langkah ini semuanya butuh ACTION! Hanya DREAMING saja dan menunda dengan alasan “Saya belum bisa”, “Saya belum punya modal”, dsb. tidak akan banyak membawa manfaat bagi Anda. Bahkan secara psikologis malah merugikan karena Anda terbiasa menunda action.
Sambil membaca, ikrarkan janji pada diri Anda untuk melakukannya karena Anda yakin itu baik untuk Anda. Bila Anda melakukan sesuatu, Anda BISA BERHASIL meskipun ada risiko gagal. Tapi jika Anda tidak melakukannya, maka risiko gagal dipastikan 100%. Jadi, pastikan Anda benar-benar melakukannya.
Langkah ke-2: Biasakan Gaya Hidup Sehat!
Yang dimaksud gaya hidup sehat di sini bukan hanya sehat secara fisik atau biologis, tapi lebih kepada sehat secara finansial.
Misalnya, bila Anda suka berbelanja tanpa daftar, biasakanlah membuat daftar belanja sebelum pergi ke supermarket. Ini akan menghemat waktu sekaligus pengeluaran Anda, dan menumbuhkan kedisiplinan internal dalam diri Anda.
Bila Anda sering nonton TV, mulai jadwalkan waktu TV Anda.
Bila Anda jarang mempunyai waktu untuk melakukan hal-hal yang membantu Anda untuk lebih produktif, misalnya membaca buku, mengikuti seminar, berdiskusi dengan mentor, mulai alokasikan waktu untuk kegiatan-kegiatan tersebut.
Bila Anda kesulitan mengatur pengeluaran, mulai dengan cara sederhana yaitu memasukkan budget ke dalam beberapa amplop. Misal amplop untuk ‘Bayar listrik’, ‘Bayar kontrakan’, ‘Beli beras’, ‘Nonton bioskop’, dan sebagainya. Patuhi label di amplop-amplop tersebut dan jangan pernah curang.
Bila Anda masih single dan sulit mengontrol makan di luar, buat komitmen untuk selalu makan di warung yang murah (tapi tetap sehat). Lebih baik kalau bisa catering atau minimal menanak nasi sendiri. Kalau malas beli magic jar, bisa kerja sama dengan teman untuk patungan nasi.
Bila Anda masih punya hutang, segera lunasi hutang Anda, minimal mencicil (sebesar mungkin). Hindari berhutang jika Anda memiliki kecenderungan penyakit STLL (Sindrom Tidak Lunas Lunas).
Stop belanja dengan kartu kredit, kecuali untuk keperluan bisnis (terutama bisnis online). Gunakan selalu cash atau kartu debit untuk belanja.
Dan masih banyak lagi pola atau gaya hidup sehat yang dapat Anda terapkan. Anda sendiri yang lebih tahu mana gaya hidup Anda yang ‘berpenyakit’, dan perlu diperbaiki secepatnya.
Tanya teman-teman Anda, mereka pasti punya masukan untuk Anda. Tinggal apakah Anda MAU dan SERIUS menjalankannya atau tidak?
Langkah ke-3: Tingkatkan Income Setiap Ada Kesempatan!
Bagi Anda yang sudah bekerja, efektifkan waktu kerja Anda dengan mengoptimalkan pekerjaan. Bila Anda bisa pulang lebih awal atau tidak lembur, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan hal produktif. Kalau pekerjaan Anda di kantor sedang longgar, Anda bisa ‘curi-curi’ waktu dengan melakukan bisnis sambilan via telepon maupun online.
Pada waktu luang Anda, jangan melulu dihabiskan untuk nonton TV dan tidur. Nyantai boleh, tapi jangan berlebihan. Bikin komitmen untuk mengalokasikan jatah santai Anda untuk hal yang produktif, misalnya cari peluang bisnis, usaha kecil-kecilan, atau sekedar menjalin silaturahmi dengan tetangga.
Bila Anda sudah punya usaha, lakukan audit, tracking, dan monitoring atas efektivitas penjualan Anda. Tingkatkan budget promosi, cari cara untuk terus meningkatkan penjualan, tapi jangan lupa untuk memonitor perkembangannya dengan ketat. Jaga customer loyal dan mitra terpercaya Anda, dan selalu jeli melihat peluang maupun kesempatan bekerja sama dengan partner baru.
Bila Anda belum bekerja, saya ucapkan SELAMAT! Anda menguasai aset yang sangat berharga yang hanya segelintir orang memilikinya: WAKTU. Tinggal bagaimana Anda memanajemen waktu Anda yang tak ternilai harganya itu.
Sambil terus mengirim lamaran pekerjaan, jangan sia-siakan waktu Anda dengan menunggu! Mulailah bisnis mikro sekarang juga, usaha kecil-kecilan. Kalo kata rekan saya, jadilah pengusaha UKM, yaitu Usaha Kecil (Omsetnya) Milyaran, hehe..
Nggak punya modal? Jangan berkecil hati, yang penting Anda BERANI dan punya TEKAD yang kuat!
Caranya? Gandeng partner! Dekati teman Anda yang punya produk yang kira-kira laku dijual. Bujuk sampai dia mau mempercayakan produknya kepada Anda, bayar belakangan minta tempo beberapa minggu. Kalau nggak jago ngerayu? Ya belajar! Hitung-hitung latihan ngerayu calon suami, calon istri, atau calon mertua, hayo?!
Setelah Anda punya barang, tinggal Anda pasarkan saja. Hubungi kenalan Anda, tawarkan dengan santun. Bila ditolak, jangan lupa untuk minta referensi rekan yang sekiranya membutuhkan produk Anda.
Jangan malu apalagi gengsi! Selama usaha Anda halal, Anda hanya perlu malu apabila Anda hanya bengong di rumah. Padahal di luar sana masih ada orang-orang yang lebih tua dari Anda, lebih lemah atau bahkan cacat, tidak sepintar Anda, dan tidak punya akses Internet untuk baca blog ini, tanpa kenal lelah berusaha melakukan yang terbaik untuk mencari penghasilan semampunya.
Anda mempunyai kelebihan yang luar biasa dibandingkan orang-orang lain di dunia ini. Bila Anda tahu cara mengakses Internet, Anda sudah lebih pintar dari milyaran orang yang bahkan sama sekali tidak pernah menyentuhnya.
Bisnis online adalah termasuk cara yang paling mudah, murah, dan efektif untuk meningkatkan penghasilan Anda dalam waktu yang relatif singkat. Tapi Anda harus tahu caranya, agar tidak salah jalan apalagi sampai tertipu. Untuk informasi jelas mengenai bisnis online, pastikan Anda memiliki Panduan Lengkap Bisnis Online UangPanas.
Langkah ke-4: Efisienkan Pengeluaran dengan Konsisten!
Berapapun pendapatan Anda sekarang, akan nyaris tak berarti apabila pengeluaran Anda lebih besar. Statistik membuktikan bahwa lebih dari 75% orang menjadi miskin dan berhutang bukan karena gaji atau penghasilannya kecil, tapi karena pengeluarannya melebihi pendapatannya.
Semua orang tahu, hemat itu pangkal kaya, tapi pepatah itu lebih mudah diucapkan dan sangat sedikit orang yang dapat melakukannya.
Untuk mengurangi pengeluaran Anda, cukup TIGA jurus sederhana yang harus Anda lakukan yaitu 3T: TETAPKAN, TURUTI, dan TERA ULANG.
TETAPKAN rencana budget harian Anda, juga mingguan, bulanan, dan suka-suka. Anda bisa pakai sistem amplop, atau dengan mengalokasikan ke rekening tertentu berdasarkan kegunaan. Buat rencana yang sederhana saja, jangan muluk-muluk. Anda akan lebih berhasil mengikuti sebuah rencana yang mudah diterapkan daripada yang rumit.
TURUTI rencana Anda dengan tegas. Pastikan Anda sudah menyiapkan sanksi bagi diri Anda jika melanggar budget. Misalnya, bila hari ini Anda seharusnya hanya menghabiskan Rp 15.000,- untuk makan tapi ternyata lebih, maka sanksinya adalah besok Anda harus puasa. Atau sanksinya Anda menyantuni fakir miskin. Enak kan sanksinya, udah hemat dapat pahala lagi?
TERA ULANG rencana keuangan Anda. Rencana Anda mungkin tidak akan pernah sempurna, jadi jangan buang-buang waktu dan tenaga untuk terus-terusan memikirkan rencananya. Tetapkan dulu rencana awal, jalankan lalu evaluasi pada akhir bulan. Bila ada target-target yang ‘miss’, lakukan penyesuaian. Bila ada target yang berhasil, ucapkan selamat pada diri Anda sendiri terlebih dahulu, lalu lihat apakah Anda bisa lebih hemat lagi dari sebelumnya?
Ingat, hemat BUKAN berarti menyiksa diri Anda dengan hidup menderita. Hemat di sini lebih menekankan pada pola pengeluaran yang proporsional terhadap pendapatan Anda.
Misalnya begini, Anda telah mempunyai Panduan Bisnis Online UangPanas lalu menerapkannya, dan mulai mendapatkan profit yang lumayan. Jangan lantas sia-siakan hasil kerja keras Anda dengan langsung menaikkan pengeluaran Anda. Gunakan mayoritas pendapatan Anda untuk lebih meningkatkan pendapatan Anda selanjutnya, misalnya dengan menaikkan budget iklan PPC, belajar lebih banyak, melakukan outsourcing, membeli layanan/produk berbayar, dan lain-lain.
Jangan pernah termakan gengsi atau social pressure, apalagi saat kondisi finansial Anda sedang kritis. Saya sempat shock waktu menyadari bahwa rekan-rekan saya yang sangat kaya (dengan omset usaha miliaran per bulan) ternyata kehidupannya jauh lebih sederhana daripada kebanyakan orang yang ’sok kaya’.
Saya sangat salut dengan mentor saya Bapak Jaya Setiabudi (penulis buku The Power of Kepepet, pimpinan Young Entrepreneur Academy). Kekayaannya malah membuat beliau semakin bersahaja, dengan senang hati melahap nasi pecel ala lesehan trotoar bersama saya dan rekan-rekan EU (Entrepreneur University) di kampung halaman saya Kediri. Alangkah indahnya andai semua orang dapat meneladani kesederhanaan beliau, baik yang sudah kaya maupun yang calon orang kaya.
Langkah ke-5: Jual Barang dengan Alasan yang Benar!
Pada keadaan kepepet, bisa jadi menjual atau menggadaikan harta adalah pilihan terakhir.
Namun menjual barang dapat dilakukan pada saat tidak kepepet, bahkan kepepet bukanlah alasan yang tepat untuk meloakkan barang-barang kita.
Menjual harta pribadi akan lebih baik jika mindset kita termasuk dari empat alasan berikut.
Pertama, menjual untuk modal usaha. Ini alasan paling utama. Bahkan Nabi Muhammad bersabda:
Siapa saja yang menjual rumah (tanpa ada keperluan), kemudian tidak mau mengembangkan modalnya dengan penjualan tadi, maka Allah tidak akan memberikan rahmat bagi transaksi tersebut.
Alasan kedua adalah menjual untuk melepaskan ‘ikatan’ Anda terhadap benda tersebut. Wajar saja jika Anda menyayangi sebuah benda yang punya cerita tersendiri bagi Anda, tapi jangan sampai berlebihan. Bila keterikatan emosional Anda terlalu tinggi terhadap sebuah barang, ada baiknya Anda melepaskan barang tersebut dan melanjutkan hidup Anda. Film animasi ‘Up’ sangat apik mengilustrasikan hal ini, di mana sang kakek akhirnya harus rela melepaskan rumah kesayangan beserta semua kenangan bersama mendiang istrinya.
Alasan berikutnya adalah membersihkan barang-barang yang tidak perlu. Daripada barang-barang Anda tidak terpakai, menganggur, atau rusak, lebih baik dijual (bila perlu diperbaiki dulu) agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Rumah Anda pun tampak lebih rapi dan bersih.
Alasan terakhir adalah membantu orang lain yang membutuhkan. Anda dapat menjual dengan harga lebih murah, atau memberikan keringanan bayar mencicil, kepada orang yang membutuhkan barang Anda. Bisa juga Anda berikan sebagai ganti pekerjaan tertentu. Saya tidak menyarankan memberi barang secara gratis (kecuali dia benar-benar tidak mampu baik finansial maupun fisik) karena berisiko menumbuhkan penyakit ‘mindset peminta’.
Sangat tidak dianjurkan menjual barang untuk keperluan konsumtif semata. Misalnya jual jam tangan untuk beli TV. Apalagi jual jam tangan, terus duitnya masih kurang akhirnya ngutang trus beli TV, makin parah deh. Ini dapat menanamkan kebiasaan konsumtif yang merugikan di otak bawah sadar Anda.
Terapkan 5 Langkah Keluar dari “Hidup Susah” di atas dan lihat perubahan yang terjadi pada hidup Anda!
Caranya sangat sederhana, bukan? Tantangannya adalah KONSISTEN dalam melakukannya!
Silakan berbagi pengalaman Anda dalam kolom comments. Anda punya tips lain yang tak kalah canggih? Tuliskan ide Anda!
Related posts:

